Siapa yang tak kenal minuman
berwarna hitam, dengan rasa pahit yang khas, dan dipercaya bisa menghilangkan
kantuk? Ya, semua orang mengenal kopi. Bahkan hampir seluruh manusia di seluruh
dunia pernah meminum kopi. Namun, siapa sangka minuman yang berasal dari biji cherry yang ditemukan oleh seekor domba gembala ini
mempunyai peran penting dalam sejarah dunia.
Dimulai dari awal penemuannya
yang secara tidak sengaja oleh seekor domba, kopi mulai dikenalkan oleh bangsa
Arab pada 700-1000 M, Bangsa Arab yang sering melakukan sholat malam, kerap
kali meminum kopi sebagai minuman penambah energi untuk “begadang”.
Pada tahun itu pula zat kimia
kopi mulai diteliti oleh Ibnu Sina (Avicenna), dan dokumen itu menjadi dokumen
pertama yang membedah kopi dari bidang kesehatan. Dan pada abad ke 14, kopi
mulai dikenalkan oleh bangsa Turki di Konstantinopel serta terciptalah sebuah
kedai kopi pertama kali di dunia.
CAPPUCCINO
Pada
sebuah literatur disebutkan bahwa Cappuccino ditemukan pertama kali oleh
seorang Paus, setelah perang hebat antara tentara muslim Turki melawan tentara
katolik. Setelah peperangan usai dengan kekalahan pihak Turki yang membuat
mereka melarikan diri, tentara Turki meninggalkan berkarung-karung kopi di
tenda mereka.
Paus
Clement VIII yang saat itu melarang kopi yang disinyalir sebagai minuman haram
bagi umatnya, karena diminum oleh umat Islam. Sebelum memerintahkan untuk
memusnahkan kopi, merasa penasaran mengapa tentara muslim lebih suka meminum
kopi. Hingga akhirnya ia mencoba meminumnya. Namun karena rasanya yang terlalu
kuat, ia pun menambahkan dengan susu yang membuat warna kopi berubah menjadi
kecokelatan (keemasan) seperti warna jubah capuchin yang dipakai olehnya.
KOPI
& HINDIA BELANDA
Dahulu
kopi yang merupakan tanaman yang ilegal jika dibawa keluar dari kota Mekkah,
namun akhirnya benihnya kopi berhasil diselundupkan oleh orang India hingga
sampai di tangan seorang Belanda.
Zwaardecroon,
dikenal sebagai seorang berkebangsaan Belanda yang pertama kali membawa kopi
masuk ke Hindia Belanda (Indonesia), dan mulai menanamnya di daerah bernama Buitenzorg (Bogor), lalu menyebarkannya
di seluruh pulau jawa hingga dikenal Java Coffee.
Pada
awal tahun 1700-an, Kopi Jawa mulai diteliti di Amsterdam dan mulai dikenalkan
oleh Raja Louis XIV serta ditanam di Jardin des Plantes.
Pada
tahun 1800-an jamur kopi mulai menjangkiti tanaman kopi sehingga menyebabkan
kerusakan dari kopi berjenis Arabica. Sejak saat itu orang mulai mengadakan
penelitian sehingga terciptalah kopi jenis robusta yang bisa ditanam di tanah
dengan ketinggian rendah dan juga tahan terhadap hama dan penyakit.
REVOLUSI
INDUSTRI
Sejak
ditemukannya prototipe mesin espresso pada 1822 di Perancis, budaya ngopi pun
mulai berkembang, banyak para pekerja di Italia menghabiskan waktu istirahat
mereka yang singkat untuk menikmati satu shot (30ml) espresso untuk menemani
makan siang mereka.
KOPI
LUWAK
Indonesia
merupakan negara yang pertama kali mengenalkan kopi luwak kepada dunia. Hal ini
disebabkan pada saat kolonialisme yang terjadi di Hindia Belanda.
Kopi
pada saat itu merupakan minuman milik para petinggi Belanda, dan masyarakat
tidak diperbolehkan meminum kopi. Ada hukuman bagi masyarakat pribumi yang
mengambil kopi dari kebun.
Sebagai
gantinya, para petani kopi mengambil kopi yang bercampur dengan kotoran luwak
dari tanah. Mereka membersihkannya lalu membuat minuman dari kotoran luwak itu.
Namun ternyata rasanya lebih enak dari kopi yang dipetik langsung di pohon.
Sejak
saat itulah kopi luwak mulai dikenal.
PERANG
DUNIA II
Perang
dunia kedua membuat sejarah sendiri dari perkembangan kopi, Tentara Italia yang
bertugas di dapur umum selalu membuat espresso untuk para tentara Amerika pada
saat itu. Namun karena slogan Big is
better milik Amerika, para tentara itu merasa tidak puas diberi espresso.
Mereka
selalu meminta tambahan air pada kopi mereka, sehingga timbul ejekan dari
tentara Italia terhadap tentara Amerika dengan sebutan ‘Americano’. Dan sejak saat itu pula nama Americano mulai dikenal
dunia sebagai kopi hitam dengan tambahan air di dalamnya.
-Akhmad Qurtubi (Q) 2019-
Thanks for reading Pencinta Kopi? Ini Dia Cerita dan Sejarah Kopi
