Kebanyakan orang
Indonesia suka mengonsumsi jeroan sapi. Jeroan sapi merupakan organ dalam milik
sapi yang dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan. Makanan dengan bahan
organ dalam sapi memang banyak dijumpai di Indonesia dan satu-satunya negara
yang menggunakan organ dalam sapi menjadi makanan. Jeroan sapi yang biasanya
disantap anatara lain lidah, babat, usus, hati, paru, jantung, limpa dan otak.
Jeroan sapi memang
tergolong murah dan enak untuk disantap, namun sebelum memakannya alangkah
baiknya bila mengetahui resiko dari jeroan sapi. Apalagi mengonsumsi jeroan
sapi secara berlebihan dan terlalu sering mengakibatkan resiko terkena penyakit
lebih tinggi. Berikut beberapa bahaya dari lezatnya jeroan sapi:
Racun
Organ
dalam tubuh sapi seperti hati atau liver dan ginjal banyak mengandung racun
seperti merkuri, timah, arsenik, kromium, kadmium, selenium dan sebagainya.
Pada otak sapi juga terkandung selenium yang memiliki fungsi untuk memelihara
jaringan tubuh agar tetap sehat dan sebagai sistem kekebalan tubuh yang
optimal. Namun kadar selenium yang dibutuhkan oleh tubuh manusia sebanyak 44
persen dari per 4 ons otak sapi yang memiliki selenium sebanyak 24 micorgram.
Infeksi Parasit
Hewan
seperti sapi tidak tahu makanan yang mereka makan mengandung parasit atau tidak
sehingga bila kita mengonsumsi jeroan yang bisa saja terdapat parasit maka
resikonya terkena parasit tersebut lebih besar.
Kelebihan Vitamin A
Jeroan
sapi khususnya hati sapi muda banyak mengandung vitamn A, yatu lebih dari 60
ribu IU vitamin A per 3 ons, untuk hati sapi dewasa mengandung 26.957 IU
vitamin A. Kebutuhan vitamin A untuk manusia per hari adalah 10.000 IU dalam
batas aman konsumsi vitamin A dan bila lebih maka dari itu maka tubuh manusia
akan merasakan mual, muntah, sakit kepala, diare dan kerusakan pada hati dan
bila manusia kekurangan vitamin A yang merupakan faktor penting dalam produksi
sel darah putih maka kekebalan tubuh akan melemah.
Kolesterol
Pada
100 gram usus sapi mengandung 138 mg kolesterol dan pada 4 ons otak sapi mengandung 3.401 miligram kolesterol atau 10
kali lipat lebih dari batas anjuran AKG anjuran (75 gram lemak bagi wanita dan
91 gram lemak bagi pria). Menurut WHO, rekomendasi asupan lemak tidak lebih
dari 30 persen dari asupan total energi tiap hari. Kelebihan kolerterol dapat
mengkibatkan penyumbatan pada saluran darah koroner di jantung dan dapat memicu
jantung koroner. Selain penyakit jantung, penyumbatan dapat terjadi di pembuluh
darah di otak yang memicu risiko stroke.
Asam Urat
Jeroan
mengandung banyak kadar purina
sehinga berisiko menyebabkan asam urat. Penyakit asam urat sering muncul kepada
orang yang mengonsumsi makan yang kaya akan kandungan purina. Jika kadar asam urat dalam darah tinggi, maka ginjal akan
mengalami kesulitan untuk mengeluarkan asam urat sehingga akan menumpuk pada
jaringan tubuh seperti sendi dan mengakibatkan nyeri dan menimbulkan sakit
pinggang, encok, dan rematik.
Thanks for reading Bahaya Dibalik Lezatnya Jeroan Sapi
