Sabtu, 22 Februari 2020

Bahaya Dibalik Lezatnya Jeroan Sapi

Februari 22, 2020



Kebanyakan orang Indonesia suka mengonsumsi jeroan sapi. Jeroan sapi merupakan organ dalam milik sapi yang dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan. Makanan dengan bahan organ dalam sapi memang banyak dijumpai di Indonesia dan satu-satunya negara yang menggunakan organ dalam sapi menjadi makanan. Jeroan sapi yang biasanya disantap anatara lain lidah, babat, usus, hati, paru, jantung, limpa dan otak.

Jeroan sapi memang tergolong murah dan enak untuk disantap, namun sebelum memakannya alangkah baiknya bila mengetahui resiko dari jeroan sapi. Apalagi mengonsumsi jeroan sapi secara berlebihan dan terlalu sering mengakibatkan resiko terkena penyakit lebih tinggi. Berikut beberapa bahaya dari lezatnya jeroan sapi:

Racun
Organ dalam tubuh sapi seperti hati atau liver dan ginjal banyak mengandung racun seperti merkuri, timah, arsenik, kromium, kadmium, selenium dan sebagainya. Pada otak sapi juga terkandung selenium yang memiliki fungsi untuk memelihara jaringan tubuh agar tetap sehat dan sebagai sistem kekebalan tubuh yang optimal. Namun kadar selenium yang dibutuhkan oleh tubuh manusia sebanyak 44 persen dari per 4 ons otak sapi yang memiliki selenium sebanyak 24 micorgram.

Infeksi Parasit
Hewan seperti sapi tidak tahu makanan yang mereka makan mengandung parasit atau tidak sehingga bila kita mengonsumsi jeroan yang bisa saja terdapat parasit maka resikonya terkena parasit tersebut lebih besar.

Kelebihan Vitamin A
Jeroan sapi khususnya hati sapi muda banyak mengandung vitamn A, yatu lebih dari 60 ribu IU vitamin A per 3 ons, untuk hati sapi dewasa mengandung 26.957 IU vitamin A. Kebutuhan vitamin A untuk manusia per hari adalah 10.000 IU dalam batas aman konsumsi vitamin A dan bila lebih maka dari itu maka tubuh manusia akan merasakan mual, muntah, sakit kepala, diare dan kerusakan pada hati dan bila manusia kekurangan vitamin A yang merupakan faktor penting dalam produksi sel darah putih maka kekebalan tubuh akan melemah.

Kolesterol
Pada 100 gram usus sapi mengandung 138 mg kolesterol dan pada 4 ons otak sapi  mengandung 3.401 miligram kolesterol atau 10 kali lipat lebih dari batas anjuran AKG anjuran (75 gram lemak bagi wanita dan 91 gram lemak bagi pria). Menurut WHO, rekomendasi asupan lemak tidak lebih dari 30 persen dari asupan total energi tiap hari. Kelebihan kolerterol dapat mengkibatkan penyumbatan pada saluran darah koroner di jantung dan dapat memicu jantung koroner. Selain penyakit jantung, penyumbatan dapat terjadi di pembuluh darah di otak yang memicu risiko stroke.

Asam Urat
Jeroan mengandung banyak kadar purina sehinga berisiko menyebabkan asam urat. Penyakit asam urat sering muncul kepada orang yang mengonsumsi makan yang kaya akan kandungan purina. Jika kadar asam urat dalam darah tinggi, maka ginjal akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan asam urat sehingga akan menumpuk pada jaringan tubuh seperti sendi dan mengakibatkan nyeri dan menimbulkan sakit pinggang, encok, dan rematik.


Itulah beberapa risiko dari mengonsumsi jeroan sapi. Tidak dilarang dan dibolehkan mengonsumsi jeroan sapi namun alangkah baiknya bila tidak mengonsumsi terlalu sering dan berlebihan. Lebih baik lagi tetap menjaga pola makan yang seimbang agar tubuh tetap sehat.

Thanks for reading Bahaya Dibalik Lezatnya Jeroan Sapi

Related Posts

Your Comments

Disclaimer - Privacy Policy

Konten yang terkandung dalam blog ini hanya sebagai gambaran umum informasi, tidak ditujukan untuk nasihat profesional. Pengunjung blog ini dapat meminta nasihat secara profesional dari pihak berkompeten, karena posting pada artikel ini adalah rangkuman ilmu yang bisa berkembang dan berubah setiap waktu. Admin blog ini tidak bertanggung jawab jika terjadi kerugian yang dialami pembaca dari blog ini.

Hubungi Kami

Email : tikapangestina@gmail.com

Terms Of Use

Mengambil semua atau sedikit konten dari isi yang terkandung dalam blog ini wajib mencantumkan link sumber blog ini
Berbagi ilmu yang bermanfaat adalah salah satu bentuk kebaikan yang pahalanya tidak akan putus walau kita sudah tiada
Copyright © GUDANG ARTIKEL - Designed by CB | Daftar Isi : SITEMAP | SETOR ARTIKEL