Sabtu, 28 Juli 2018

Purworejo Berirama! Kabupaten Kecil yang damai di Jawa Tengah

Juli 28, 2018

Purworejo. Banyak dari kalian yang mungkin tidak tahu nama daerah ini, atau bahkan mungkin kalian belum pernah mendengar kata “Purworejo”. Purworejo adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Yogyakarta, Kebumen, dan Magelang. Dengan Tagline-nya Purworejo kota berirama, kabupaten kecil ini punya banyak sejarah yang bisa kita pelajari, banyak wisata alam yang bisa kita jajaki, dan banyak wisata kuliner yang bisa kita  nikmati. Penasaran ? Yuk kita ulas satu per satu!

·         FAKTA, SEJARAH, DAN INFORMASI
1.       Posisi Demografi
Kabupaten Purworejo ini memiliki luas wilayah sebesar 1.034 km2 dengan total penduduk berkisar 948.000 jiwa (tahun 2010). Memiliki 16 Kecamatan, 25 Kelurahan, dan 469 Desa. Kabupaten Purworejo ini terletak berbatasan barat dengan Kebumen, berbatasan utara dengan Kota Magelang, berbatasan selatan dengan Samudra Hindia, dan berbatasan Timur dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
2.       Purworejo Kota Berirama
Dengan Tagline-nya Purworejo Kota Berirama. Berirama disini adalah singkatan dari Bersih Indah Rapi Makmur. Jadi, buat kalian yang ingin membangun keluarga bahagia, cocok banget nih buat tinggal disini. Pada Pusat kota, tipe jalanannya bersar dan volume kendaraan yang sedikit membuat Kabupaten Purworejo ini anti macet dan Anti Polusi. Sifat penduduk yang tidak terlalu kekotaan dan tidak terlalu desa membuat struktur masyarakatnya seimbang sehingga sangat nyaman untuk tinggal di kota  ini.
3.       Alun – Alun Besar dan Luas
Luas Alun – Alun yang berada di tengah Purworejo ini memiliki luas 6 hektar. Ini yang menyebabkan alun – alun ini menjadi alun – alun terbesar di Pulau Jawa. Alun – alun ini banyak digunakan untuk sarana lari pagi atau lari sore oleh masyarakat sekitar. Karna luasnya alun – alun ini, olah raga lari kamu bakal terasa jauh walau hanya berlari satu putaran alun – alun saja nih.



4.       Makam Pahlawan sekaligus Mertua Bapak SBY
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sarwo Edhi Wibowo adalah seorang tokoh militer perjuangan sekaligus juga Mertua dari Mantan Presiden ke – 6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang lahir dan di makamkan di Kota Purworejo ini.
5.       Simbol Kota dengan Kambing Etawa dan Manggis
Purworejo adalah tempat bagi banyak peternak kambing etawa. Kambing Etawa adalah salah satu Jenis Kambing dari India yang sering untuk kontes dan diambil susunya dijadikan Susu Kambing Etawa. Selain Kambing  etawa, kota Purworejo juga terkenal dengan Perkebunan Buah manggisnya. Buah manggis yang kaya akan gizi dan manfaat akan gampang kamu temukan di Kota ini. Kamu juga bisa membeli susu kambing etawa dan buah manggis untuk oleh – oleh liburanmu ke Kota Purworejo ini.


·         WISATA ALAM

1.       Goa Seplawan
Wisata Goa ini terletak di daerah Katerban, Donorejo, Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Buka dari Jam 8.00 pagi hingga jam 16.30 sore. Wisata ini menawarjan sensasi penyusuran goa dibawah tanah dengan air yang mengalir masih alami dan sangat asri untuk di kunjungi. Menurut berita beberapa tahun lalu, ada seorang pria yang juga warga sekitar pernah menemukan arca emas seberat 1,8kg yang berbentuk patung pengantin laki – laki dan perempuan di dalam goa ini. Duplikat arca emas ini juga dibangun di depan pintu masuk goa ini, dan arca emas yang asli  sudah disimpan di dalam sebuah museum Purworejo. Tiket masuk dan Parkir untuk mengunjungi wisata ini dibandrol dengan harga Rp. 7.000,- saja sangat terjangkau bukan.



2.       Patung Kuda  Jendral Soedirman
Terdapat taman dengan monumen patung Jendral Soedirman yang sedang menaiki kuda. Taman monumen ini terdapat di Desa Borokulon di lingkar selatan Kota Purworejo. Untuk masuk ke taman ini tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Didalam taman tersebut terdapat jogging track dan lapangan basket yang bisa kamu nikmati secara gratis di dalam taman ini.  Kapanpun kalian mengunjunginya, taman ini terbuka setiap saat untuk umum, dan gratis.



3.       Pantai Jatimalang
Letak perbatasan Selatan Kabupaten Purworejo ini adalah Laut hindia, yang mengakibatkan banyak pantai di daerah ini, salah satunya adalah pantai nelayan Jatimalang. Kalau kalian ingin kesini, pantai ini berada di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Purworejo. Pantai ini juga tempat berkumpulnya kapal nelayan, sehingga pada pagi atau sore hari, kamu akan banyak menemukan pelelangan ikan. Untuk masuk ke Pantai ini, kamu dikenakan tarif masuk dan parkir sebesar Rp. 7.000,- saja.

4.       Puncak Geger Menjangan
Bagi kalian yang suka dengan mendaki, wisata ini cocok banget buat dikunjungi. Geger menjangan namanya, teretak di desa Trirejo, Loano, Kedung Dowo Kulon, Purworejo. Kamu bisa mendaki sampai puncak untuk melihat Kota Purworejo dari atas. Pemandangan yang akan kamu dapat sebanding dengan lelahnya kamu mendaki.



5.       Air Terjun Kyai Kate
Air terjun atau masyarakat sering menyebutnya Curug Kyai Kate terletak di Dukuh Kepdang, Gn. Condong, Kecamatan Bruno, Purworejo. Jam buka tempat wisata ini adalah pada pukul 06.00 pagi sampa 18.00 sore. Air terjun ini memiliki ketinggian lebih dari 25 meter dengan air dan arus yang deras. Disekitar air terjun ini terdapat banyak tumbuhan pohon rindang, menyebabkan udara di wisata tersebut sejuk.



·         WISATA KULINER DAN JAJANAN KHAS

1.       Kue Lompong
Kue yang satu ini sangat unik karena kue ini terbuat dari tepung ketan dan talas yang berisi kacang. Kue ini berwarna hitam dan dibungkus dengan daun klaras. Daun Klaras adalah daun pisang yang sudah mengering yang berwarna coklat.  Warna hitam dari kue lompong ini adalah warna alami dari  batang tanaman lompong yang sudah dilumatkan. Walau ini adalah makanan khas Purworejo, sayangnya untuk saat ini sangat sulit ditemui kue lompong ini.



2.       Clorot
Mungkin untuk anda yang pertama kali mendengar nama makanan yang satu ini berfikir agak aneh dengan sebutan namanya. Sesuai dengan namanya, cara memakan kue ini adalah dengan cara di lorot (di tekan dari bawah keatas dalam bahasa jawa). Clorot adalah makanan yang terbuat dari tepung beras dan gula merah dengan rasa yang manis. Kue ini masih sangat eksis di pasar tradisional dan dengan harga yang murah, biasanya dijual dengan harga Rp. 5.000,- saja untuk 12 buah clorot, murah bukan? Kamu harus coba makanan ini.



3.       Geblek
Geblek adalah makanan khas Purworejo lainnya yang gak kalah enak. Geblek selain terkenal di Purworejo juga terkenal di daerah Kulon Progo, Yogyakarta. Ini dikarenakan daerah yang masih berdekatan. Geblek ini berbentuk seperti donat atau menyerupai angka delapan yang digoreng dan berwarna putih. Biasanya disajikan hangat bersama sambal kacang agar lebih nikmat.



4.       Dawet hitam Jembatan Butuh
Bagi para pemudik asal Jakarta yang melewati Jalur Lingkar Purworejo – Kebumen pasti sudah tahu dengan dawet ireng khas Purworejo. Ya, sesuai dengan namanya dawet Jembatan Butuh sering disingkat dawet JemBut khas Purworejo ini berada di Jembatan Butuh lingkar Purworejo – Kebumen. Dawet ini berwarna hitam dari sari arang padi yang dibakar. Rasanya yang manis gurih sangat cocok sekali sebagai penghilang dahaga dalam perjalanan jauh.


Thanks for reading Purworejo Berirama! Kabupaten Kecil yang damai di Jawa Tengah

Related Posts

Your Comments

Disclaimer - Privacy Policy

Konten yang terkandung dalam blog ini hanya sebagai gambaran umum informasi, tidak ditujukan untuk nasihat profesional. Pengunjung blog ini dapat meminta nasihat secara profesional dari pihak berkompeten, karena posting pada artikel ini adalah rangkuman ilmu yang bisa berkembang dan berubah setiap waktu. Admin blog ini tidak bertanggung jawab jika terjadi kerugian yang dialami pembaca dari blog ini.

Hubungi Kami

Email : tikapangestina@gmail.com

Terms Of Use

Mengambil semua atau sedikit konten dari isi yang terkandung dalam blog ini wajib mencantumkan link sumber blog ini
Berbagi ilmu yang bermanfaat adalah salah satu bentuk kebaikan yang pahalanya tidak akan putus walau kita sudah tiada
Copyright © GUDANG ARTIKEL - Designed by CB | Daftar Isi : SITEMAP | SETOR ARTIKEL