Purworejo. Banyak dari
kalian yang mungkin tidak tahu nama daerah ini, atau bahkan mungkin kalian
belum pernah mendengar kata “Purworejo”. Purworejo adalah salah satu kabupaten
di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Yogyakarta, Kebumen, dan Magelang. Dengan
Tagline-nya Purworejo kota berirama, kabupaten kecil ini punya banyak sejarah
yang bisa kita pelajari, banyak wisata alam yang bisa kita jajaki, dan banyak
wisata kuliner yang bisa kita nikmati.
Penasaran ? Yuk kita ulas satu per satu!
·
FAKTA,
SEJARAH, DAN INFORMASI
1.
Posisi
Demografi
Kabupaten Purworejo ini memiliki luas
wilayah sebesar 1.034 km2 dengan total penduduk berkisar 948.000
jiwa (tahun 2010). Memiliki 16 Kecamatan, 25 Kelurahan, dan 469
Desa. Kabupaten Purworejo ini terletak berbatasan barat dengan Kebumen, berbatasan
utara dengan Kota Magelang, berbatasan selatan dengan Samudra Hindia, dan
berbatasan Timur dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
2.
Purworejo
Kota Berirama
Dengan Tagline-nya Purworejo Kota
Berirama. Berirama disini adalah singkatan dari Bersih Indah Rapi Makmur. Jadi,
buat kalian yang ingin membangun keluarga bahagia, cocok banget nih buat
tinggal disini. Pada Pusat kota, tipe jalanannya bersar dan volume kendaraan
yang sedikit membuat Kabupaten Purworejo ini anti macet dan Anti Polusi. Sifat
penduduk yang tidak terlalu kekotaan dan tidak terlalu desa membuat struktur
masyarakatnya seimbang sehingga sangat nyaman untuk tinggal di kota ini.
3.
Alun – Alun Besar
dan Luas
Luas Alun – Alun yang berada di tengah
Purworejo ini memiliki luas 6 hektar. Ini yang menyebabkan alun – alun ini
menjadi alun – alun terbesar di Pulau Jawa. Alun – alun ini banyak digunakan
untuk sarana lari pagi atau lari sore oleh masyarakat sekitar. Karna luasnya
alun – alun ini, olah raga lari kamu bakal terasa jauh walau hanya berlari satu
putaran alun – alun saja nih.
4.
Makam Pahlawan
sekaligus Mertua Bapak SBY
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sarwo Edhi
Wibowo adalah seorang tokoh militer perjuangan sekaligus juga Mertua dari Mantan
Presiden ke – 6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang lahir dan di
makamkan di Kota Purworejo ini.
5.
Simbol Kota
dengan Kambing Etawa dan Manggis
Purworejo adalah tempat bagi banyak
peternak kambing etawa. Kambing Etawa adalah salah satu Jenis Kambing dari
India yang sering untuk kontes dan diambil susunya dijadikan Susu Kambing
Etawa. Selain Kambing etawa, kota
Purworejo juga terkenal dengan Perkebunan Buah manggisnya. Buah manggis yang
kaya akan gizi dan manfaat akan gampang kamu temukan di Kota ini. Kamu juga
bisa membeli susu kambing etawa dan buah manggis untuk oleh – oleh liburanmu ke
Kota Purworejo ini.
·
WISATA ALAM
1.
Goa Seplawan
Wisata Goa ini terletak di daerah
Katerban, Donorejo, Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Buka dari Jam 8.00 pagi
hingga jam 16.30 sore. Wisata ini menawarjan sensasi penyusuran goa dibawah
tanah dengan air yang mengalir masih alami dan sangat asri untuk di kunjungi.
Menurut berita beberapa tahun lalu, ada seorang pria yang juga warga sekitar
pernah menemukan arca emas seberat 1,8kg yang berbentuk patung pengantin laki –
laki dan perempuan di dalam goa ini. Duplikat arca emas ini juga dibangun di
depan pintu masuk goa ini, dan arca emas yang asli sudah disimpan di dalam sebuah museum
Purworejo. Tiket masuk dan Parkir untuk mengunjungi wisata ini dibandrol dengan
harga Rp. 7.000,- saja sangat terjangkau bukan.
2.
Patung Kuda Jendral Soedirman
Terdapat taman dengan monumen patung
Jendral Soedirman yang sedang menaiki kuda. Taman monumen ini terdapat di Desa
Borokulon di lingkar selatan Kota Purworejo. Untuk masuk ke taman ini tidak
dikenakan biaya apapun alias gratis. Didalam taman tersebut terdapat jogging
track dan lapangan basket yang bisa kamu nikmati secara gratis di dalam taman
ini. Kapanpun kalian mengunjunginya,
taman ini terbuka setiap saat untuk umum, dan gratis.
3.
Pantai
Jatimalang
Letak perbatasan Selatan Kabupaten
Purworejo ini adalah Laut hindia, yang mengakibatkan banyak pantai di daerah
ini, salah satunya adalah pantai nelayan Jatimalang. Kalau kalian ingin kesini,
pantai ini berada di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Purworejo. Pantai
ini juga tempat berkumpulnya kapal nelayan, sehingga pada pagi atau sore hari,
kamu akan banyak menemukan pelelangan ikan. Untuk masuk ke Pantai ini, kamu
dikenakan tarif masuk dan parkir sebesar Rp. 7.000,- saja.
4.
Puncak Geger
Menjangan
Bagi kalian yang suka dengan mendaki,
wisata ini cocok banget buat dikunjungi. Geger menjangan namanya, teretak di
desa Trirejo, Loano, Kedung Dowo Kulon, Purworejo. Kamu bisa mendaki sampai
puncak untuk melihat Kota Purworejo dari atas. Pemandangan yang akan kamu dapat
sebanding dengan lelahnya kamu mendaki.
5.
Air Terjun
Kyai Kate
Air terjun atau masyarakat sering
menyebutnya Curug Kyai Kate terletak di Dukuh Kepdang, Gn. Condong, Kecamatan
Bruno, Purworejo. Jam buka tempat wisata ini adalah pada pukul 06.00 pagi sampa
18.00 sore. Air terjun ini memiliki ketinggian lebih dari 25 meter dengan air
dan arus yang deras. Disekitar air terjun ini terdapat banyak tumbuhan pohon
rindang, menyebabkan udara di wisata tersebut sejuk.
·
WISATA
KULINER DAN JAJANAN KHAS
1.
Kue Lompong
Kue yang satu ini sangat unik karena
kue ini terbuat dari tepung ketan dan talas yang berisi kacang. Kue ini
berwarna hitam dan dibungkus dengan daun klaras. Daun Klaras adalah daun pisang
yang sudah mengering yang berwarna coklat.
Warna hitam dari kue lompong ini adalah warna alami dari batang tanaman lompong yang sudah dilumatkan.
Walau ini adalah makanan khas Purworejo,
sayangnya untuk saat ini sangat sulit ditemui kue lompong ini.
2.
Clorot
Mungkin untuk anda yang pertama kali
mendengar nama makanan yang satu ini berfikir agak aneh dengan sebutan namanya.
Sesuai dengan namanya, cara memakan kue ini adalah dengan cara di lorot (di
tekan dari bawah keatas dalam bahasa jawa). Clorot adalah makanan yang terbuat
dari tepung beras dan gula merah dengan rasa yang manis. Kue ini masih sangat
eksis di pasar tradisional dan dengan harga yang murah, biasanya dijual dengan
harga Rp. 5.000,- saja untuk 12 buah clorot, murah bukan? Kamu harus coba
makanan ini.
3.
Geblek
Geblek adalah makanan khas Purworejo
lainnya yang gak kalah enak. Geblek selain terkenal di Purworejo juga terkenal
di daerah Kulon Progo, Yogyakarta. Ini dikarenakan daerah yang masih
berdekatan. Geblek ini berbentuk seperti donat atau menyerupai angka delapan
yang digoreng dan berwarna putih. Biasanya disajikan hangat bersama sambal
kacang agar lebih nikmat.
4.
Dawet hitam
Jembatan Butuh
Bagi para pemudik asal Jakarta yang
melewati Jalur Lingkar Purworejo – Kebumen pasti sudah tahu dengan dawet ireng khas Purworejo.
Ya, sesuai dengan namanya dawet Jembatan Butuh sering disingkat dawet JemBut
khas Purworejo ini berada di Jembatan Butuh lingkar Purworejo – Kebumen. Dawet
ini berwarna hitam dari sari arang padi yang dibakar. Rasanya yang manis gurih
sangat cocok sekali sebagai penghilang dahaga dalam perjalanan jauh.
Thanks for reading Purworejo Berirama! Kabupaten Kecil yang damai di Jawa Tengah






