Senin, 20 Agustus 2018

Cara Mengolah dan Menyimpan daging Kurban, Sapi dan Kambing

Agustus 20, 2018

Setiap tahunnya, umat muslim diseluruh dunia melaksanakan Hari Raya Idul Adha. Jika kita mengingat hari raya Idul Adha, pasti kita mengingat tentang pembagian daging kurban. Di masyarakat Indonesia, hewan yang umumnya sering digunakan sebagai kurban adalah kambing dan sapi. Pada hari Idul Adha, kebanyakan dari kita menerima daging dari hewan kurban tersebut. Daging sapi atau daging kambing yang kita terima sebaiknya langsung dimasak dan disantap agar daging tersebut dalam kondisi baik dan segar saat dimasak, namun ada juga sebagian orang yang mungkin mendapatkan daging dari pembagian daging kurban dengan jumlah banyak, maka sebagian dagingnya harus disimpan. Nah, menyimpan daging kurban juga ada teknik dan caranya agar daging bisa terasa segar walau sudah disimpan berhari – hari. Simak ulasannya berikut ini.

Cara Mengolah daging Kurban Sapi ataupun Kambing

1.      Cuci tangan dan persiapkan alat itu penting

Langkah pertama yang mendasar pada pengolahan daging kurban adalah meyiapkan alat – alat yang bersih dan cuci tangan sebelum menyentuh hewan kurban untuk diolah. Hal ini mungkin terlihat sepele, namun jika diabaikan, banyak bakteri yang menempel pada tangan atau bahkan perabotan yang akan digunakan untuk mengolah daging kurban

2.      Mencuci daging kurban

Mungkin sebagian masyarakat dari kita mempercayai bahwa jika mencuci daging kambing atau sapi sebelum dimasak akan menyebabkan daging alot dan sulit untuk empuk. Ya, mungkin hal ini benar, namun yang perlu diperhatikan adalah kebersihan daging. Daging yang dijual dipasar mungkin dipotong dengan mesin atau dipotong oleh tim pemotong daging yang sudah berpengalaman memisahkan daging, jeroan, dan kotoran dari hewan sembelih.

Berbeda halnya dengan daging sapi hasil dari sembelihan hewan kurban, akibat melonjaknya permintaan pemotongan hewan, terkadang, seseorang yang melakukan pemotongan hewan adalah orang biasa yang belum mahir memisahkan daging, jeroan, dan kotoran hewan sehingga bakteri bisa tercampur disitu. Dalam kasus seperti ini, sangat dianjurkan untuk cuci daging kurban sebelum dimasak.

3.      Agar daging kurban Sapi atau Kambing tidak alot

Syarat hewan untuk dijadikannya hewan kurban salah satunya dengan menentukan usia hewan kurban tersebut. Hewan yang digunakan untuk kurban adalah hewan dengan usia yang tua. Hal ini yang disebabkan daging hewan kurban baik sap maupun kambing akan terasa alot jika dimasak. Ada tiga cara yang digunakan sebelum melakukan proses memasak agar daging hewan kurban empuk dan tidak alot saat dimakan.

Cara pertama adalah dengan menggunakan panci khusus presto. Jika anda mempunyai panci presto, gunakanlah panci tersebut agar praktis, mudah, dan hemat waktu. Caranya dengan memasukkan daging kurban ke dalam panci presto, tambahkan sedikit garam agar gurih, jangan upa juga untuk menambahkan air untuk merebusnya di panci presto ini. Hanya peru waktu 20-30 menit saja dari panci bunyi berdesis untuk memasaknya hingga terasa empuk.

Cara kedua adalah dengan metode manual. Cara ini dipakai jika anda tidak memiliki panci khusus presto. Cara memasaknya hampir sama dengan menggunakan panci khusus presto tersebut, namun karena ketidakpunyaannya panci presto dgunakan panc biasa. Rebus daging dengan ditambah sedikit garam hingga mendidih dengan api besar, jika sudah mendidih kecilkan api dan tunggu hingga kira – kira 60 – 90 ment perebusan, agar daging menjadi empuk. Anda juga bisa membungkus daging dengan daun pepaya saat perebusan untuk mempercepat proses pengempukan daging.

Kedua cara tersebut adalah cara pengempukan daging dengan direbus, namun jika daging kurban akan dibakar, ditumis, atau digoreng, maka tidak peru untuk dilakukan perebusan. Untuk membuat empuk, cukup potong daging kecil – kecil, lalu aduk dengan potongan nanas yang sudah di remas – remas hinga hancur. Diamkan selama 15 menit, daging siap di gunakan sebagai sate, atau oseng – oseng.

4.      Cara Agar daging kurban tidak bau apek atau amis saat dimakan
Daging kurban seperti kambing dan sapi akan menimbulkan bau apek atau bau amis jika dalam proses pengolahannya salah. Untuk menghilangkan bau tersebut bisa dengan melumurkan daging menggunakan nanas yang sudah di cacah, atau dengan memberinya perasan jeruk nipis. Namun cara tersebut akan membuat daging sedikt terasa asam. Jika kamu tidak suka dengan hal itu, kamu bisa melumuri daging dengan parutan jahe agar daging tidak bau apek.



Itu tadi adalah penjelasan untuk panduan cara mengolah daging kurban. Seperti yang sudah dijelaskan diatas jika daging kurban sebaiknya langsung diolah dan dimasak untuk menjaga kesegaran kualitas kesegaran dari dagingnya. Namun jika anda terpaksa untuk menyimpan daging hewan kurban tersebut, tidak ada salahnya untukmenyimak ulasan berikut tentang cara melakukan penyimpanan daging hewan kurban yang baik dan benar.

Cara Menyimpan daging hewan kurban yang benar

1.      Cuci Bersih daging
Terkadang kita tidak hanya memperoleh bagian daging dari hewan kurban, namun juga mendapatkan jeroan dari hewan kurban tersebut. Daging khususnya jeroan harus dicuci sampai bersih sebelum melakukan penyimpanan daging

2.      Untuk penyimpanan sebentar, gunakan dedaunan
Penyimpanan daging yang dilakukan sebentar tanpa lemari pendingin, misal hanya dari pag sampai siang atau sore saja sebaiknya dilakukan penyimpanan dengan membungkus daging dengan dedaunan terlebih dahulu. Dedaunan yang dipakai untuk membungkus daging kurban sebaiknya daun jati atau daun pepaya, yang memiliki lebar daun yang cukup, jangan langsung disimpan dalam kantung plastik saja

3.      Menyimpan daging mentah
Setelah melakukan pencucian, menyimpan daging kurban dengan kondisi mentah sebaiknya menggunakan mesin pendingin di dalam freezer dengan suhu -18 celcius atau dalam titik beku. Daging kurban akan tahan hingga 3-4 bulan di keadaan beku dalam freezer lemari es. Dalam penyimpanannya, kamu bisa menggunakan plastik putih untuk membungkus dangingnya, atau wadah kotak berbahan plastik atau alumunium. Jika sudah menjadi es dan beku, kamu bisa mengeluarkannya kedalam suhu ruang dan membiarkannya mencair dengan sendirinya saat akan diolah. Jangan langsung dimasak atau diisiran air panas.

4.      Menyimpan daging yang sudah diolah atau dimasak
Jika kamu sudah memasak daging kurban menjadi sebuah masakan, masukkanlah kedalam freezer untuk meyimpannya selama maksimal 2 bulan. Namun, jika kamu menyimpannya di lemari es biasa tidak dalam freezer, masakan kamu hanya mampu bertahan dalam waktu 1 minggu saja.


Demikian adalah cara pengolahan dan cara penyimpanan daging kurban yang baik. Anda bisa melakukannya saat mendapatkan pembagian hewan kurban tersebut. Selamat mencoba !

Thanks for reading Cara Mengolah dan Menyimpan daging Kurban, Sapi dan Kambing

Related Posts

Your Comments

Disclaimer - Privacy Policy

Konten yang terkandung dalam blog ini hanya sebagai gambaran umum informasi, tidak ditujukan untuk nasihat profesional. Pengunjung blog ini dapat meminta nasihat secara profesional dari pihak berkompeten, karena posting pada artikel ini adalah rangkuman ilmu yang bisa berkembang dan berubah setiap waktu. Admin blog ini tidak bertanggung jawab jika terjadi kerugian yang dialami pembaca dari blog ini.

Hubungi Kami

Email : tikapangestina@gmail.com

Terms Of Use

Mengambil semua atau sedikit konten dari isi yang terkandung dalam blog ini wajib mencantumkan link sumber blog ini
Berbagi ilmu yang bermanfaat adalah salah satu bentuk kebaikan yang pahalanya tidak akan putus walau kita sudah tiada
Copyright © GUDANG ARTIKEL - Designed by CB | Daftar Isi : SITEMAP | SETOR ARTIKEL