Setiap tahunnya, umat muslim diseluruh dunia melaksanakan
Hari Raya Idul Adha. Jika kita mengingat hari raya Idul Adha, pasti kita
mengingat tentang pembagian daging
kurban. Di masyarakat Indonesia, hewan yang umumnya sering digunakan
sebagai kurban adalah kambing dan sapi. Pada hari Idul Adha, kebanyakan dari
kita menerima daging dari hewan kurban tersebut. Daging sapi atau daging
kambing yang kita terima sebaiknya langsung dimasak dan disantap agar daging
tersebut dalam kondisi baik dan segar saat dimasak, namun ada juga sebagian
orang yang mungkin mendapatkan daging dari pembagian daging kurban dengan
jumlah banyak, maka sebagian dagingnya harus disimpan. Nah, menyimpan daging
kurban juga ada teknik dan caranya agar daging bisa terasa segar walau sudah
disimpan berhari – hari. Simak ulasannya berikut ini.
Cara Mengolah daging Kurban Sapi ataupun Kambing
1. Cuci tangan dan persiapkan alat
itu penting
Langkah pertama
yang mendasar pada pengolahan daging kurban adalah meyiapkan alat – alat yang
bersih dan cuci tangan sebelum menyentuh hewan kurban untuk diolah. Hal ini
mungkin terlihat sepele, namun jika diabaikan, banyak bakteri yang menempel
pada tangan atau bahkan perabotan yang akan digunakan untuk mengolah daging
kurban
2. Mencuci daging kurban
Mungkin sebagian
masyarakat dari kita mempercayai bahwa jika mencuci daging kambing atau sapi
sebelum dimasak akan menyebabkan daging alot dan sulit untuk empuk. Ya, mungkin
hal ini benar, namun yang perlu diperhatikan adalah kebersihan daging. Daging
yang dijual dipasar mungkin dipotong dengan mesin atau dipotong oleh tim pemotong
daging yang sudah berpengalaman memisahkan daging, jeroan, dan kotoran dari
hewan sembelih.
Berbeda halnya
dengan daging sapi hasil dari sembelihan hewan kurban, akibat melonjaknya
permintaan pemotongan hewan, terkadang, seseorang yang melakukan pemotongan
hewan adalah orang biasa yang belum mahir memisahkan daging, jeroan, dan
kotoran hewan sehingga bakteri bisa tercampur disitu. Dalam kasus seperti ini,
sangat dianjurkan untuk cuci daging kurban sebelum dimasak.
3. Agar daging kurban Sapi atau
Kambing tidak alot
Syarat hewan untuk
dijadikannya hewan kurban salah satunya dengan menentukan usia hewan kurban
tersebut. Hewan yang digunakan untuk kurban adalah hewan dengan usia yang tua.
Hal ini yang disebabkan daging hewan kurban baik sap maupun kambing akan terasa
alot jika dimasak. Ada tiga cara yang digunakan sebelum melakukan proses
memasak agar daging hewan kurban empuk dan tidak alot saat dimakan.
Cara pertama adalah
dengan menggunakan panci khusus presto. Jika anda mempunyai panci presto,
gunakanlah panci tersebut agar praktis, mudah, dan hemat waktu. Caranya dengan
memasukkan daging kurban ke dalam panci presto, tambahkan sedikit garam agar
gurih, jangan upa juga untuk menambahkan air untuk merebusnya di panci presto
ini. Hanya peru waktu 20-30 menit saja dari panci bunyi berdesis untuk
memasaknya hingga terasa empuk.
Cara kedua adalah
dengan metode manual. Cara ini dipakai jika anda tidak memiliki panci khusus
presto. Cara memasaknya hampir sama dengan menggunakan panci khusus presto
tersebut, namun karena ketidakpunyaannya panci presto dgunakan panc biasa.
Rebus daging dengan ditambah sedikit garam hingga mendidih dengan api besar,
jika sudah mendidih kecilkan api dan tunggu hingga kira – kira 60 – 90 ment
perebusan, agar daging menjadi empuk. Anda juga bisa membungkus daging dengan
daun pepaya saat perebusan untuk mempercepat proses pengempukan daging.
Kedua cara tersebut
adalah cara pengempukan daging dengan direbus, namun jika daging kurban akan
dibakar, ditumis, atau digoreng, maka tidak peru untuk dilakukan perebusan.
Untuk membuat empuk, cukup potong daging kecil – kecil, lalu aduk dengan
potongan nanas yang sudah di remas – remas hinga hancur. Diamkan selama 15
menit, daging siap di gunakan sebagai sate, atau oseng – oseng.
4. Cara Agar daging kurban tidak bau
apek atau amis saat dimakan
Daging kurban seperti
kambing dan sapi akan menimbulkan bau apek atau bau amis jika dalam proses
pengolahannya salah. Untuk menghilangkan bau tersebut bisa dengan melumurkan
daging menggunakan nanas yang sudah di cacah, atau dengan memberinya perasan
jeruk nipis. Namun cara tersebut akan membuat daging sedikt terasa asam. Jika
kamu tidak suka dengan hal itu, kamu bisa melumuri daging dengan parutan jahe
agar daging tidak bau apek.
Itu tadi adalah penjelasan untuk panduan cara mengolah daging
kurban. Seperti yang sudah dijelaskan diatas jika daging kurban sebaiknya
langsung diolah dan dimasak untuk menjaga kesegaran kualitas kesegaran dari
dagingnya. Namun jika anda terpaksa untuk menyimpan daging hewan kurban
tersebut, tidak ada salahnya untukmenyimak ulasan berikut tentang cara
melakukan penyimpanan daging hewan kurban yang baik dan benar.
Cara Menyimpan daging hewan kurban yang benar
1.
Cuci Bersih daging
Terkadang kita
tidak hanya memperoleh bagian daging dari hewan kurban, namun juga mendapatkan
jeroan dari hewan kurban tersebut. Daging khususnya jeroan harus dicuci sampai
bersih sebelum melakukan penyimpanan daging
2.
Untuk penyimpanan sebentar, gunakan dedaunan
Penyimpanan daging
yang dilakukan sebentar tanpa lemari pendingin, misal hanya dari pag sampai
siang atau sore saja sebaiknya dilakukan penyimpanan dengan membungkus daging
dengan dedaunan terlebih dahulu. Dedaunan yang dipakai untuk membungkus daging
kurban sebaiknya daun jati atau daun pepaya, yang memiliki lebar daun yang
cukup, jangan langsung disimpan dalam kantung plastik saja
3.
Menyimpan daging mentah
Setelah melakukan
pencucian, menyimpan daging kurban dengan kondisi mentah sebaiknya menggunakan
mesin pendingin di dalam freezer dengan suhu -18 celcius atau dalam titik beku.
Daging kurban akan tahan hingga 3-4 bulan di keadaan beku dalam freezer lemari
es. Dalam penyimpanannya, kamu bisa menggunakan plastik putih untuk membungkus
dangingnya, atau wadah kotak berbahan plastik atau alumunium. Jika sudah
menjadi es dan beku, kamu bisa mengeluarkannya kedalam suhu ruang dan
membiarkannya mencair dengan sendirinya saat akan diolah. Jangan langsung
dimasak atau diisiran air panas.
4.
Menyimpan daging yang sudah diolah atau dimasak
Jika kamu sudah
memasak daging kurban menjadi sebuah masakan, masukkanlah kedalam freezer untuk
meyimpannya selama maksimal 2 bulan. Namun, jika kamu menyimpannya di lemari es
biasa tidak dalam freezer, masakan kamu hanya mampu bertahan dalam waktu 1 minggu
saja.
Demikian adalah cara pengolahan
dan cara penyimpanan daging kurban yang baik. Anda bisa melakukannya saat
mendapatkan pembagian hewan kurban tersebut. Selamat mencoba !
Thanks for reading Cara Mengolah dan Menyimpan daging Kurban, Sapi dan Kambing
