Selasa, 08 Januari 2019

Hal Yang Bikin Kamu Gagal Tes Wawancara Kerja Berujung Kecewa

Januari 08, 2019


Wawancara kerja adalah hal wajib dan pokok yang harus dilewati para pelamar kerja untuk bisa mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan. Pada tahap wawancara inilah para pelamar kerja akan terlihat pertama kali oleh perusahaan untuk bisa menunjukkan jati diri dan kemampuannya. Selain itu, tes wawancara juga menjadi ajang 'lomba' untuk para pelamar menunjukkan bahwa dialah yang paling baik menempati posisi kosong dalam perusahaan dibanding dengan pelamar lainnya. Jika kamu adalah salah satu pejuang pencari kerja, maka perhatikan 10 hal ini yang dapat membuatmu gagal melewati tes wawancara kerja yang berujung rasa kekecewaan karena ditolaknya lamaran pekerjaan tersebut.

Datang Terlambat Saat Tes Wawancara
Kesiapan dan persiapan yang dilakukan sebelum menuju dalam tes wawancara sangatlah penting dilakukan. Kesan pertama pada pelamar yang terlambat akan sangat mengurangi poin dari kesempatan kita. Datanglah lebih awal dan persiapkan secara matang. Bila perlu kamu juga bisa mensurvei lokasi atau tempat wawancara kamu satu atau dua hari sebelum kamu melakukan wawancara. Karena hal tersebut akan jauh lebih membantu kamu agar tidak kebingungan saat mencari lokasi tempat wawancara, ini jyga dapat menghemat waktumu untuk tidak datang telat dalam sesi tes wawancara.

Salah Kostum
Pergi untuk melaksanakan tes wawancara kerja haruslah memperhatikan tatanan kecantikan serta kostum yang dipakai, karena penampilan anda akan menjadi kesan pertama perusahaan. Penggunaan pakaian dan make up atau tatanan rambut yang tepat akan menjafikan nilai plus bagi anda. Pakailah pakaian yang bertemakan casual seperti celana atau rok berbahan kain dengan atasan kemeja atau blouse casual. Warna pakaian juga perlu diperhatikan, hindari penggunaan pakaian dengan warna yang terlalu banyak  dan warna yang terlalu mencolok. Untuk lowongan kerja kantoran semi formal, sangat tidak dianjurkan menggunakan pakaian berbahan kaos atau jeans. Tata Rambut, make up, dan penggunaan sepatu juga tak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Pada pria, cukurlah rambut dengan ditata rapi ataupun juga pada wanita untum menggunakan make up yang tidak berlebihan. Alas kaki yang digunakan untuk pekerjaan formal hendaklah berbahan kulit.

Main Handphone
Biasaya jika kita mengikuti tes wawancara perusahaan besar, terdapat beberapa pelamar lain yang juga ikut berjuang untuk mengisi lowongan pekerjaan tersebut, dan mereka biasanya diinterview hanya dengan satu orang dan bergiliran. Saat jeda menunggu pelamar lain di interview, hendaknya kamu tidak memainkan handphone kamu atau bila perlu matikan sebentar saat kamu sudah tiba di tempat wawancara sampai selesai. Handphone yang berbunyi saat kamu melakukan sesi wawancara juga akan mengurangi poin keberhasilanmu. Karena perusahaan akan menilai jika kamu gila gadget, dan hal itu akan mengganggu kinerja kamu jika sudah diterima perusahaan.

Tidak Mengetahui Profil Perusahaan Secara Umum
Saat kamu memasuki ruangan untuk wawancara dan duduk dihadapan pewawancara, biasanya hal yang ditanyakan terlebih dahulu adalah seberapa kenal kami dengan perusahaan tersebut. Maka dari itu, baiknya sebelum seleksi wawancara tersebut kamu harus mencari informasi sebanyak banyaknya tentang perusahaan yang akan kamu lamar serta 'job description' posisi yang akan kamu isi. Ini akan memimbulkan kesan bahwa kamu sungguh - sungguh dalam ketertarikan mengisi lowongan pekerjaan tersebut.

Berbohong, Tidak Sesuai CV yang Ditulis
Sebelum kita melakukan tes wawancara, biasanya kita akan mengirimkan surat lamaran beserta CV atau daftar riwayat hidup. Saat menulis CV atau daftar riwayat hidup, sangat dianjurkan untuk menulis dengan data - data yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Karena saat wawancara berlangsung, sang pewawancara hanya memiliki dasar bahan CV-mu untuk melontarkan pertanyaan untukmu. Jika kamu menjawab pertanyaan yang jawabannya tidak sesuai dengan CV yang ditulis, itu akan menandakan kesan bahwa kamu asal membuat CV dan data yang kamu tulis juga tidak sesuai dengan fakta.

Terlalu Percaya Diri Menjurus ke Sombong
Selalu ingat jika pada dasarnya kita mengikuti tes seleksi wawancara karyawan untuk sebuah perusahaan , jadi pada intinya kita membutuhkan pekerjaan dari perusahaan tersebut. Percaya diri adalah hal baik dan juga sangat dibutuhkan bagi pelamar pekerjaan untuk menunjukkan bahwa sang pelamar mampu bekerja dengan baik. Namun jika kamu memiliki tingkat percaya diri yang lebih bahkan menjurus kearah kesombongan, itu akan berdampak buruk bagi hasil tes wawancara. Berkata yang berlebihan bahkan akan membuat pewawancara merasa 'illfeel' melihat kamu. Berceritalah bahwa kamu memiliki kemampuan untuk menjalankan profesi yang kamu inginkan dengan penuh tanggung jawab, tanpa harus melebih lebihkan apa yang tidak seharusnya ada.

Terlalu Sering Menggumam 'hmm' dan 'e...'
Akan bangak pertanyaan yang terlontar dari pewawancara. Pertanyaan tersebut harus segera dijawab dengan lugas dan tidak bertele-tele, dan jangan sampai terlihat jika kmu sedang berfikir untuk mencari jawabannya. Biasanya dalam situasi seperti ini kamu akan menggumam seperti berbunyi 'hmmm' atau 'e...' secara tidak sadar. Mungkin menggumam seperti itu wajar jika dilakukan sekali atau dua kali, namun jika kamu keseringan menggumam atau bahkan setiap pertanyaan yang ditanyakan pewawancara kamu jawab  dengan menggumam terlwbih dahulu atau disela sela jawabannya itu menunjukkan salah satu tanda jika kamu sedang berfikir keras untuk mencari jawabannya. Jawablah pertanyaan sebisa dan setau kamu, jima kamu tidak tahu apa yang ditanyakan jangan ragu untum mengatakan kurang mengerti dengan pertanyaan tersebut dengan bahasa yang jujur dan santun.

Menjelekkan Perusahaan Lamamu
Pertanyaan yang kerap muncul saat tes wawncara kerja berlangsung adalag tentang mengapa kamu mengundurkan diri dari perusahaan yang lama. Pertanyaan itu sebaiknya dijawab dengan hal yang umum seperti alasan jarak kantor yang terlalu jauh, ingin menikah, dll. Jangan menyebitkan kejelekan perusahaan atau bahkan menjelekkan bos di perusahaan lama kamu. Dilarang juga menceritakan tentang pengunduran diri kamu yang seolah - olah kamulah yang salah dalam perusahaan, misalnya kamu menceritakan tentang kebiasaanmu bangun siang sehingga malas untuk bangun pagi di perusahaan lama.

Itulah delapan daftar yang harus kamu hindari saat mengikuti tes wawancara kerja dalam perusahaan. Hadapi tes dengan santai dan jangan gugup, karena jika kamu gugup maka kamu akan lupa tentang persiapan - persiapan yang sudah kamu lakukan. Berikan perlakuan yang terbaik saat mengikuti tes wawancara pekerjaan. Setiap perusahaan memiliki aturan dan budaya masing - masing, jadi belajarlah beradaptasi dan berikan yang terbaik pada perusahaan jika kamu sudah dinyatakan diterima. Semoga keberuntungan selalu datang padamu!

Thanks for reading Hal Yang Bikin Kamu Gagal Tes Wawancara Kerja Berujung Kecewa

Related Posts

Your Comments

Disclaimer - Privacy Policy

Konten yang terkandung dalam blog ini hanya sebagai gambaran umum informasi, tidak ditujukan untuk nasihat profesional. Pengunjung blog ini dapat meminta nasihat secara profesional dari pihak berkompeten, karena posting pada artikel ini adalah rangkuman ilmu yang bisa berkembang dan berubah setiap waktu. Admin blog ini tidak bertanggung jawab jika terjadi kerugian yang dialami pembaca dari blog ini.

Hubungi Kami

Email : tikapangestina@gmail.com

Terms Of Use

Mengambil semua atau sedikit konten dari isi yang terkandung dalam blog ini wajib mencantumkan link sumber blog ini
Berbagi ilmu yang bermanfaat adalah salah satu bentuk kebaikan yang pahalanya tidak akan putus walau kita sudah tiada
Copyright © GUDANG ARTIKEL - Designed by CB | Daftar Isi : SITEMAP | SETOR ARTIKEL