Minggu, 23 Februari 2020

Tiwu Ndegar Peka, Kisah Mistis dari Tanah Flores

Februari 23, 2020



Berbicara mengenai tempat mistis di daerah Indonesia, ada sebuah kisah yang berasal dari Flores Barat tepatnya pada kecamatan Tiwu Ndegar Peka. Tadinya, kisah ini hanya diketahui oleh masyarakat sekitar, namun saat ini banyak para aktivis sejarah yang tertarik untuk membuyikan hal ini. Untuk mengetahui Tiwu Ndegar Peka ini, berikut kisahnya.

Di kampung yang bernama Welu, hiduplah kakak beradik yang memiliki nama yang senada, yaitu Ndeghar sebagai adik dan Ndeghur sebagai kakaknya dan mereka merupakan pengrajin tuak nira.
Pada suatu hari, Ndeghur meminta Ndeghar untuk menyadap tiak nira di kampung tetangga. Ndeghar pun berhasil melakukannya dan mendapatkan satu wadah tuak nira. Setelah berhasil mendapatkan satu wadah tersebut, Ndeghar pun kembali ke rumahnya.

Ketika Ndeghar telah menyimpannya dengan meletakkannya di dinding rumah, ada seekor babi yang dayang kerumahnya. Babi itu pun meumpahkan tuak yang telah di ambil Ndeghar tersebut. Ndeghur yang tadinya tidak berada di rumah, akhirnya pulang dan menanyakan tuak yang telah diambil Ndeghar. Menyadari bahwa tuak yang diambil Ndeghar itu tumpah, marahlah Ndeghur sebesar-besarnya kepada adiknya itu.

Setelah itu, ia menyuruh adiknya untuk menggali tanah yang tertumpahi oleh air dalam tuak tersebut. Ndeghar pun menuruti permintaan kakaknya dan terus menggalinya. Setelah sekian dalam Ndeghar menggali tanah tersebut,  ia menemukan sebuah kolam (tiwu) yang namanya tiwu Peka.

Disana mereka menemukan keluarga yang sedang menjaga anak perempuan yang sedang sakit. Keluarga yang ditemukan oleh Ndeghar itu sebenarnya adaah belut raksasa atau sering disebut dengan tuna gendang yang berwujud manusia. Ndeghar pun penasaran apa yang dialami oleh anak perempuan yang sedang sakit itu dan bertanya kepada orangtuanya. Tuna gendang pun menjelaskan bahwa anak mereka terluka akibat tersangkut oleh kail pada lehernya. Ndeghar pun menawarkan diri untuk menolong anak perempuan tersebut namun dengan syarat bahwa mereka harus membantu mengembalikan tuak nira yang tumpah tadi.

Mereka pun bersepakat pada tawaran dari Ndeghar. Setelah itu, Ndeghar bergegas mengambil ranting bercabang dan mengeluarkan kail yang tersangkut di lehet anak perempuan tersebut dan berhasil. Sesuai dengan kesepakatan, tuna gendang pun memberikan sebuah kayu wewang yang tampak seperti tuak nira.

Setelah itu Ndeghar kembali ke rumah dan memberikan apa yang di minta kakaknya. Sembari memberikan tuak tersebut Ndeghar pun juga mengatakan bahwa ia akan kembali ke Tiwu Peka. Ia mengatakan hal tersebut karena kakaknya lebih mementingkan tuak tersebut dibandingkan ia.

Ndeghur pun menunggu adiknya untuk kembali kepermukaan, namun tak kunjung muncul. Akhirnya 
mereka pun melakukan kenduri karena Ndeghar dinyatakan hilang dan tak kunjung muncul. Pada kala itu, Ndeghar pun telh menikah dan mempunyai seorang anak.

Ndeghar pun mendengar acara kenduri tersebut dan akhirnya memutuskan untuk mengajak anak dan istrinya kembali ke kampung Welu. Akhirnya, acara kenduri tersebut berubah menjadi acara syukuran.

Ndeghar dan sekeluarga pun bisa bergabung dengan warga kampung Welu, namun dengan syarat tidak diperbolehkan menggoreng biji longa. Namun, ada seorang ibu yang menggoreng biji longa tersebut secara tidak sengaja. Pada akhirnya mereka kembali ke Tiwu Peka dan hidup di kolam tersebut.

Thanks for reading Tiwu Ndegar Peka, Kisah Mistis dari Tanah Flores

Related Posts

Your Comments

Disclaimer - Privacy Policy

Konten yang terkandung dalam blog ini hanya sebagai gambaran umum informasi, tidak ditujukan untuk nasihat profesional. Pengunjung blog ini dapat meminta nasihat secara profesional dari pihak berkompeten, karena posting pada artikel ini adalah rangkuman ilmu yang bisa berkembang dan berubah setiap waktu. Admin blog ini tidak bertanggung jawab jika terjadi kerugian yang dialami pembaca dari blog ini.

Hubungi Kami

Email : tikapangestina@gmail.com

Terms Of Use

Mengambil semua atau sedikit konten dari isi yang terkandung dalam blog ini wajib mencantumkan link sumber blog ini
Berbagi ilmu yang bermanfaat adalah salah satu bentuk kebaikan yang pahalanya tidak akan putus walau kita sudah tiada
Copyright © GUDANG ARTIKEL - Designed by CB | Daftar Isi : SITEMAP | SETOR ARTIKEL